Senin, 27 Mei 2013

LATIHAN SOAL UKG



Pengembangan Profesi Guru Sekolah Dasar – SD

1.    Kompetensi Profesional
Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu (1) orang yang menyandang profesi, (2) penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti misalnya dokter).
Makmum (1996: 82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspekaspek; (1) kemampuan profesional, (2) kemampuan sosial, dan (3) kemampuan personal.
Johnson (dalam Sanusi, 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut; (1) kemampuan profesional mencakup, (a) penguasaan materi pelajaran, (b) penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, dan (c) penguasaan proses-proses pendidikan. (2) kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu  membawakan tugasnya sebagai guru. (3) kemampuan personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup, (a) penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru, (b) pemahaman, penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru, dan (c) penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik.
2.    Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh, berbudi luhur, jujur, dewasa, beriman, bermoral; kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin, tanggung jawab, peka, objekti, luwes, berwawasan luas, dapat berkomunikasi dengan orang lain; kemampuan mengembangkan profesi seperti berpikir kreatif, kritis, reflektif, mau belajar sepanjang hayat, dapat ambil keputusan dll. (Depdiknas,2001). Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju.
Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral. Bila guru tidak percaya akan Allah, maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya, sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral, justru ia sendiri tidak bermoral. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah.
 Yang kedua, guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik memerlukan tanggungjawab yang besar. Pendidikan yang menyangkut perkembangan anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya, tetapi perlu direncanakan, perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator, tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. Dari pengalaman lapangan pendidikan anak menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. Misalnya, terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik, guru meninggalkan kelas seenaknya, guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik, guru tidak berani mengarahkan anak didik, dll.
Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sangat penting bagi seorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik, guru lain, karyawan, orang tua murid, kepala sekolah dll. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena dalam pengalaman, sering terjadi guru yang sungguh pandai, tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik, ia sulit membantu anak didik maju. Komunikasi yang baik akan membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah.
Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia, yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. Untuk itu guru sendiri harus hidup dalam kedisiplinan sehingga anak didik dapat meneladannya. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu, seenaknya bolos; tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka bolos dan tidak tepat mengumpulkan perkerjaan  rumah. Yang perlu diperhatikan di sini adalah, meski guru sangat disiplin, ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin yang kurang tinggi termasuk disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar.
Yang ketiga adalah sikap mau mengembangkan pengetahuan. Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan, mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini, guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana.
3.    Kompetensi Paedagogik
Selanjutnya kemampuan paedagogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa, menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa, serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa.
Pertama, sangat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya. Guru diharapkan memahami sifat-sifat, karakter, tingkat pemikiran, perkembangan fisik dan psikis anak didik. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri.
Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik, tahu ilmu  psikologi anak dan perkembangan anak dan tahu bagaimana perkembangan pengetahuan anak. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat di sekolah yang nyata.
Kedua, guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis, maka teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. Dengan mengerti bermacammacam teori pendidikan, diharapkan guru dapat memilih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. Oleh karena guru kelaslah yang sungguh mengerti situasi kongrit siswa mereka, diharapkan guru dapat meramu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifititas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata.
Ketiga, guru juga diharapkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. Dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran, maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang seperti yang direncanakan sebelumnya. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efisien dan efektif.
Kompetensi profesional meliputi: (1) menguasai landasan pendidikan, (2) menguasai bahan pembelajaran, (3) menyusun program pembelajaran, (4) melaksanakan program pembelajaran, dan (5) menilai proses serta hasil pembelajaran.

4.    Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial meliputi: (1) memiliki empati pada orang lain, (2) memiliki toleransi pada orang lain, (3) memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain, dan (4) mampu bekerja sama dengan orang lain.
Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas, 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intellegence atau kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan (logika, bahasa, musik, raga, ruang, pribadi, alam, dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner.
Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. Hanya saja, mungkin beberapa di antaranya menonjol, sedangkan yang lain biasa atau bahkan kurang. Uniknya lagi, beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan simultan ketika seseorang berpikir dan atau mengerjakan sesuatu (Amstrong, 1994).
Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial, kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasan-kecerdasan yang lain. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah sosial kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistik, pendekatan komperehensif, atau pendekatan multidisiplin.
Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan sosial adalah kecerdasan pribadi (personal intellegence), lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotial intellegence (Goleman, 1995). Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki, 1998). Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi.
Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti  karier di masyarakat, lembaga, atau perusahaan. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerja sama, berempati, dan pengendalian diri yang menonjol.
Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi, bergaul, bekerja sama, dan memberi kepada orang lain. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen, yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya.
Untuk mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik, kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi kompetensi ini. Beberapa dimensi ini, misalnya, dapat kita saring dari konsep life skills (www.lifeskills4kids.com). Dari 35 life skills atau kecerdasan hidup itu, ada 15 yang dapat dimasukkan kedalam dimensi kompetensi sosial, yaitu: (1) kerja tim, (2) melihat peluang, (3) peran dalam kegiatan kelompok, (4) tanggung jawab sebagai warga, (5) kepemimpinan, (6) relawan sosial, (7) kedewasaan dalam bekreasi, (8) berbagi, (9) berempati, (10) kepedulian kepada sesama, (11) toleransi, (12) solusi konflik, (13) menerima perbedaan, (14) kerja sama, dan (15) komunikasi.
Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topik silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. Topik-topik ini dapat dikembangkan menjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang aktual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru, menjadi jelas bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendapatkan penghargaan, baik finansial maupun non finansial.









UJI KOMPETENSI GURU
JENJANG/TINGKAT : SEKOLAH DASAR ( SD )



1.        Ciri utama dari inovasi dalam pendidikan adalah kekhasan, kebaharuan, terencana dan mempunyai tujuan. Salah satu contoh dari penerapan bidang pendidikan tahun 2000-an adalah . . . .

A. Pembelajaran Kelas Rangkap
B. Lesson Study
C. PAKEM
D. CBSA

2.    Inovasi merupakan suatu perubahan baru yang secara kualitatif berbeda dengan yang ada sebelumnya, disengaja, untuk meningkatkan kemampuan dalam mencapai tujuan. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh . . . .
A. Santosa S. Hamidjaja
B. Mattew B. Milers
C. Sumantri Mulyani
D. Rabbin

3.    Salah satu sifat perubahan dalam inovasi yaitu upaya penyusunan kembali berbagai komponen yang ada dalam siustem dengan maksud untuk menyesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan, disebut . . . .
A. Addition
B. Restructuring
C. Alternation
D. Substitution

4.    Adalah proses komunikasi dimana terjadi pembagian informasi bersama untuk mencapai suatu kesepakatan bersama, pernyataan tersebut termasuk komunikasi . . . .
A. Linier
B. Kontradiktif
C. Konvergen
D. Collective
5.    Adanya saling pemahaman dalam komunikasi konvergen termasuk ke dalam komunikasi . . .
A. Information
B. Convergence
C. Mutual Understanding
D. Network Relationship



6.    Proses komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dimana penerima pesan dan pengirim pesan mempunyai latar belakang berbeda, baik dari latar belakang sosial budaya, agama, pendidikan, karakteristik lain disebut . . . .
A. Heterofil
B. Homofil
C. Holomofil
D. Homogen

7.    Tahap pada saat individu/kelompok mulai membentu sikap menyenangi atau tidak menyenangi terhadap inovasi dikategorikan . . . .
A. Tahap pengetahuan (kowledge)
B. Tahap bujukan (persuasion)
C. Tahap pengembalian keputusan (decision making)
D. Tahap implementasi (implementation)

8.    Mencari penguatan terhadap keputusan inovasi yang dilakukan termasuk . . . .
A. Bujukan (persuasion)
B. Konfirmasi (confirmation)
C. Implementasi (implementation)
D. Pengembalian keputusan (decision making)

9.    Suatu sistem sosial yang secara jelas mempersyaratkan kelompok orang/geografis melaksanakan suatu inovasi merupakan . . . .
A. Kegiatan pemeliharaan terbatas
B. Fasilitas fisik
C. Ukuran kewilayahan
D. Penggunaan waktu

10. Mengaitkan berbagai struktur dan hubungan antar manusia dalam organisasi untuk inovasi pendidikan termasuk ke dalam . . . .
A. Tujuan yang ingin dicapai
B. Prosedur yang digunakan
C. Kondisi normatif
D. Struktur social












CONTOH SOAL UJI KOMPETENSI  PEDAGOGIK GURU SD
1.    Pernyataan di bawah ini yang merupakan  karakteristik perkembangan peserta didik SD dari aspek sosial yaitu ....
a.    mulai menyukai  teman  sebaya  sesama jenis
b.    berperan serta dalam permainan logika
c.    menyukai  teman sebaya  lawan jenis
d.    dapat  bekerja  dalam durasi waktu yang lama

2.    Anak usia SD  sering  disebut  “usia berkelompok”. Hal tersebut menunjukkan  karakteristik perkembangan anak aspek ….
a.    intelektual
b.    emosional
c.    sosial
d.    moral

3.    Pernyataan di bawah ini merupakan  karakteristik perkembangan peserta didik SDditinjau dari aspek fisik, kecuali  ....
a.    menunjukkan variasi yang besar pada tinggi dan berat badan
b.    memiliki keterampilan fisik untuk memainkan permainan
c.    penambahan-penambahan dalam kemampuan motorik halus
d.    memiliki kemampuan dalam mengangkat beban yang berat

4.    Kreativitas merupakan salah satu karakteristik perkembangan intelektual siswa SD, yang artinya kemampuan ….
a.     penalaran yang menggunakan logika-logika yang dapat diterima oleh semua orang  dan menghasilkan penyelesaian persoalan untuk mengambil keputusan
b.    berfikir tentang sesuatu dengan suatu cara yang baru dan tidak biasa serta menghasilkan penyelesaian yang unik terhadap berbagai persoalan
c.     mengembangkan ide-ide secara cerdas dalam rangka penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan masa sekarang maupun masa yang akan datang 
d.    memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari yang sering dilakukan dan menghasilkan kepuasan kepada dirinya sendiri dan orang lain

5.    Pernyataan di bawah ini merupakan  karakteristik perkembangan peserta didik SD aspek emosional, kecuali  ....
a.    kesulitan memulai sesuatu, tetapi jika berhasil akan bertahan sampai akhir
b.    mulai muncul perasaan simpati kepada orang yang lebih dewasa
c.    menampakkan marah apabila mengalami kesulitan di sekolah
d.    memiliki rasa humor yang diekspresikan dalam lelucon praktis

6.     Perkembangan perilaku moral dan perkembangan konsep moral merupakan fase-fase perkembangan moral yang harus dicapai seorang anak. Pada fase perkembangan perilaku moral, seorang anak belajar melalui cara-cara berikut, kecuali ….
a.    trial and error
b.    pendidikan langsung,
c.    identifikasi
d.    observasi

7.    Mata pelajaran PKn, salah satu minat siswa usia SD yang dapat teridentifikasi  dalam proses pembelajaran adalah minat terhadap  ….
a.    masalah sosial
b.    tubuh manusia
c.    kesehatan manusia
d.    bidang olahraga

8.    Dalam pembelajaran PKn, guru kelas SD mengajarkan tentang kompetensi dasar: “Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat”, kompetensi prasyarat yang harus dimiliki siswa adalah ….
a.    mengenal pentingnya tata tertib di mayarakat
b.    mengenal lingkungan rumah dan sekolah
c.    melaksanakan hidup rukun di masyarakat 
d.    mengikuti tata tertib di rumah dan sekolah



9.    Dalam pembelajaraan Matematika, ketika guru mengaitkan materi pelajaran dengan kebutuhan hidup sehari-hari maka guru  telah berupaya agar pembelajaran memungkinkan bagi guru untuk mengidentifikasi minat siswa terhadap ….
a.    kesehatan
b.    status
c.    penampilan
d.    pekerjaan

10.  Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, saat ada siswa yang sangat ingin memerankan  tokoh  dongeng  yang disukainya berarti guru telah menyajikan bahan pelajaran dengan menarik, dengan demikian guru dapat mengindentifikasi minat siswa terhadap ….
a.    penampilan
b.    pekerjaan
c.    sekolah
d.    status

11.  Dalam proses pembelajaran tentang kompetensi dasar: ‘mengidentifikasi  kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat (makanan, air, pakaian, udara, lingkungan sehat)’, guru tampak dapat mengidentifikasi siswa yang selalu bertanya dan mampu membuat laporan tentang apa saja yang diminatinya dengan sangat baik. Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa guru dapat mengidentifikasi minat siswa terhadap …
a.    kesehatan
b.    seks
c.    penampilan
d.    pekerjaan

12.  Mata pelajaran IPS  ‘minat siswa terhadap lambang status’. Salah satunya adalah ….
a.    nama-nama keluarga
b.    penampilan diri
c.    ikatan kekerabatan
d.    jenis pekerjaan orang tua 

13.  Sebelum mempelajari :’Perkalian bilangan’,   kemampuan prasyarat  yang harus dimiliki siswa adalah kemampuan ….
a.    membagi
b.    menjumlah
c.    mengurang
d.    menghitung

14.  Untuk kompetensi dasar: ‘mendeskripsikan benda-benda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana, maka kemampuan prasyarat  yang harus dimiliki siswa adalah kemampuan ….
a.    membuat karangan deskriptif
b.    melengkapi kalimat belum selesai   
c.    menyusun kalimat sederhana
d.    membaca kalimat  sederhana

15.   Kemampuan prasyarat yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari kompetensi dasar: ‘Mendeskripsikan gejala alam yang terjadi negara tetangga’, adalah ….
a.    mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Indonesia
b.    mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Eropa
c.    mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Asia
d.    mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Afrika

16.  Berikut ini kesulitan yang dimungkinkan muncul pada siswa SD disebabkan adanya kerusakan-kerusakan pada organ wicara, kecuali  ….
a.    artikulasi
b.    suara
c.    kosakata
d.    kelancaran

17.  Berikut ini karakteristik anak berkesulitan belajar Matematika yang sering dialami siswa usia SD, kecuali ….
a.    performance IQ lebih tinggi dari skor Verbal IQ
b.    adanya gangguan hubungan keruangan
c.    kesulitan dalam bahasa dan membaca
d.    gangguan mengenal dan memahami simbol
18.  Salah satu contoh kesulitan belajar bahasa ang termasuk dalam kekurangan kemampuan kognitif adalah …. 
a.    merumuskan alternatif pemecahan masalah
b.    menangkap makna secara penuh 
c.    mengingat kembali kata-kata 
d.    membandingkan informasi yang diterima


Soal Uji Kompotensi Guru SD, UKG SD

1.    Gambarlah penjumlahan 5 + (– 3) dengan menggunakan kartu 2 warna yang berbeda: (hitam dan putih)
2.     Gambarlah perkalian 5 − 3 dengan menggunakan garis Bilangan
3.     Buktikan bahwa perkalian 5 X (– 3) = - 15 dengan menggunakan pendekatan pola bilangan
4.     Gambarlah perkalian - 3 x 2 dengan menggunakan garis Bilangan
5.     Buatlah jaring-jaring makanan yang terdiri dari 5 rantai makanan!
6.     Mengapa jamur termasuk heterotrof?
7.     Dalam sebuah ekosistem terjadi hubungan timbal balik antara komponen biotik dengan abiotik. Berikanlah sebuah contoh yang menunjukkan hubungan tersebut!
8.    Jelaskan perbedaan antara ekosistem alami dengan ekosistem buatan serta berikan contohnya masing-masing!
9.     Apa yang terjadi pada ekosistem sungai bila ada pencemaran yang berupa buangan air panas ke sungai?
10.   Jelaskan bahwa pemakaian DDT yang berlebihan sebagai bahan buangan yang nonbiodegradable akan menyebabkan air lingkungan ikut tercemar!
11.  Apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca!
12.  Mengapa karbon monoksida atau CO sangat berbahaya kalau terhirup manusia?
13.  Secara historis epistemologis terdapat kesilatan untuk menelusuri perkembangan pemikiran PIPS di Indonesia. Jelaskan mengapa ?
14.  Coba anda jelaskan tentang pertama kali munculnya istilah IPS ?
15.  Perkembangan pemikiran pendidikan IPS yang tertuang dalam, kurikulum sampai dengan tahun 1990-an, pendidikan IPS di Indonesia disajikan dalam dua tradisi. Tunjukkan dan jelaskan!
16.  Mengapa kurikulum PPSP dianggap sebagai pilar dalam perkembangan pemikiran pendidikan IPS ?
17.  Dikatakan bahwa IPS dapat memberikan dampak positif kepada kewargaan global (mendunia). Dimana untung rugi dampak tersebut kepada kepribadian siswa? Diskusikan dengan teman!
18.  Jelaskan pengertian pendekatan dalam pembelajaran bahasa Indonesia !
19.  Bandingkanlah pendekatan tujuan dan pendekatan struktural!
20.  Apa yang dimaksud dengan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran bahasa Indonesia?
21.  Apa yang dimaksud dengan pendekatan Whole language?
22.  Bagaimanakah guru melakukan penilaian dalam kelas Whole language?
















MATERI KOMPETENSI PAEDAGOGIK


1.       Karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI ditinjau dari aspek fisik antara lain:   mulai kehilangan gigi bayi, namun tumbuh gigi baru, memiliki  dorongan dan energi  secara  eksplosif, mengulang kembali keterampilan-keterampilan secara tuntas, dan menyenangi olahraga secara kelompok. Jadi memiliki kemampuan dalam mengangkat beban yang berat, bukan merupakan karakteristik perkembangan aspek fisik anak usia SD.

2.       Kreativitas merupakan salah satu karakteristik perkembangan aspek intelektual siswa SD. Menurut Hurlock, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir tentang sesuatu dengan suatu cara yang baru dan tidak biasa serta menghasilkan penyelesaian yang unik terhadap berbagai persoalan.

3.       Karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI ditinjau dari aspek sosial antara lain:   mulai dapat bekerja sama dalam kelompok, memiliki keasyikan sendiri, dapat beradu argumentasi, dan menyukai teman sebaya sesama jenis. Jadi, mulai menyukai  teman  sebaya  sesama jenis, berperan serta dalam permainan logika, dan menyukai  teman sebaya  lawan jenis bukan merupakan karakteristik perkembangan peserta didik usia SD.

4.       Hurlock, menyatakan bahwa karakteristik perkembangan aspek sosial anak usia SD, antara lain: anak berminat dalam kegiatan dengan teman sebaya, ingin menjadi bagian dari kelompok yang mengharapkan untuk dapat menyesuaikan diri dengan nilai dan perilaku, serta minat para anggota kelompok. Berdasarkan karakteristik perkembangan sosial tersebut, usia ini disebut juga ‘usia berkelompok’

5.       Menurut Hurlock minat anak usia SD antara lain terdiri atas: minat  terhadap tubuh, minat terhadap kesehatan tubuh, minat terhadap sekolah, minat terhadap status dan simbol, minat terhadap penampilan, minat terhadap masalah sosial, dsb. Dalam pembelajaran mata pelajaran PKn merupakan salah satu cara guru untuk mengidentifikasi minat siswa terhadap masalah sosial. Substansi kajian dalam mata pelajaran PKn sangat berhubungan dengan minat-minat siswa terhadap masalah sosial, bukan bidang olahraga, atau kesehatan/tubuh manusia. 

6.       Menurut Hurlock, perkembangan moral anak terdiri atas dua fase, yakni: fase pertama, perkembangan prilaku moral dan fase kedua, perkembangan konsep moral.  Metode-metode yang digunakan agar anak mengalami fase perkembangan perilaku moral terdiri atas coba-ralat (trial and error), pendidikan langsung, dan identifikasi.

7.       Menurut Hurlock minat siswa antara lain terdiri atas minat terhadap tubuh, minat terhadap kesehatan, minat terhadap sekolah, minat terhadap status, minat terhadap pekerjaan di masa depan, minat terhadap penampilan, minat terhadap masalah sosial, dsb. Pembelajaran mata pelajaran Matematika, khususnya ketika guru mengaitkan konsep atau kegunaan matematikan dengan kehidupan sehari-hari memungkinkan guru untuk mengidentifikasi minat-minat siswa terhadap pekerjaan di masa datang. 

8.       Menurut Hurlock minat siswa antara lain terdiri atas minat terhadap tubuh, minat terhadap kesehatan, minat terhadap sekolah, minat terhadap pekerjaan di masa depan, minat terhadap status dan simbol, minat terhadap penampilan, dsb. Dalam proses pembelajaran, Bahasa Indonesia ketika ada siswa yang sangat antusias memerankan  tokoh  dongeng atau cerita rakyat  yang disukai, berarti guru telah menyajikan bahan pelajaran dengan menarik. Dengan demikian, bahan pelajaran yang menarik tersebut dapat mengindentifikasi minat siswa terhadap sekolah. Minat anak terhadap sekolah secara positif cenderung mempengaruhi sikap dan minat anak terhadap sekolah. 

9.       Menurut Hurlock minat siswa antara lain terdiri atas minat terhadap tubuh, minat terhadap kesehatan, minat terhadap sekolah, minat terhadap pekerjaan di masa depan, minat terhadap status dan simbol, minat terhadap penampilan, minat siswa terhadap masalah sosial, dsb. Dalam pembelajaran mata pelajaran IPA, khususnya tentang kompetensi: ‘mengidentifikasi  kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat (makanan, air, pakaian, udara, lingkungan sehat)’, ketika ada siswa yang yang selalu bertanya, kemudian mampu membuat laporan tentang apa saja yang diminatinya dengan sangat baik maka guru dapat mengidentifikasi minat siswa terhadap kesehatan.

10.     Menurut Hurlock minat siswa antara lain terdiri atas minat terhadap tubuh, minat terhadap kesehatan, minat terhadap sekolah, minat terhadap pekerjaan di masa depan, minat terhadap status dan simbol, minat terhadap penampilan, minat terhadap masalah sosial, dsb. Melalui pembelajaran IPS, guru dapat mengidentifikasi minat siswa terhadap jenis pekerjaan urang tua.

11.   Kompetensi awal adalah penguasaan kemampuan prasyarat yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari  materi/topik/kompetensi tertentu. Jika hal tersebut tidak dilakukan akan menghambat penguasaan materi yang /topik/kompetensi dipelajari. Dalam pembelajaran PKn, khususnya kompetensi dasar: ‘Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat’, maka kompetensi prasyarat yang harus dimiliki siswa adalah mengikuti tata tertib di rumah dan sekoalah. 

12.   Kompetensi prasyarat adalah kemampuan awal yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari  materi/topik/kompetensi tertentu. Jika hal tersebut tidak dilakukan akan menghambat penguasaan materi yang /topik/kompetensi dipelajari. Dalam pembelajaran Matematika, khususnya kompetensi dasar: ‘’Perkalian bilangan’,   ’, maka kompetensi prasyarat yang harus dimiliki siswa adalah mengikuti tata tertib di rumah dan sekolah, khususnya kompetensi dasar: ‘’, maka kompetensi prasyarat yang harus dimiliki siswa adalah menjumlahkan bilangan

13.   Kompetensi prasyarat adalah kemampuan awal yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari  materi/topik/kompetensi tertentu. Jika hal tersebut tidak dilakukan akan menghambat penguasaan materi yang /topik/kompetensi dipelajari. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia: ‘mendeskripsikan benda-benda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana’,  maka kemampuan awal/prasyarat yang perlu dimiliki siswa adalah menyusun kalimat sederhana.

14.   Kompetensi prasyarat adalah kemampuan awal yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari  materi/topik/kompetensi tertentu. Jika hal tersebut tidak dilakukan akan menghambat penguasaan materi yang /topik/kompetensi dipelajari. Dalam pembelajaran IPS SD: ‘‘Mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi negara tetangga’, maka kemampuan awal/prasyarat yang perlu dimiliki siswa adalah mendeskripsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Indonesia. 

15.   Kesulitan belajar Matematika disebut juga diskalkulia (dyscalculis) . Menurut Lerner dalam Mulyono, karakteristik  kesulitan belajar Matematika meliputi: (1) gangguan dalam hubungan keruangan, (2) abnomalitas persepsi visual, (3) asosiasi visual–motor, (4) perseverasi, (5) kesulitan mengenal dan memahami simbol, (6) gangguan penghayatan tubuh, (7) kesulitan dalam bahasa dan membaca, dan (8) performance IQ lebih rendah daripada skor Verbal IQ 

16.   Kesulitan belajar Matematika disebut juga diskalkulia (dyscalculis) . Menurut Lerner dalam Mulyono, terdapat beberapa kekeliruan umum yang sering dilakukan oleh anak berkesulitan belajar Matematika, yakni kekurangan pemahaman tentang: (1) simbol, (2) nilai tempat, (3) perhitungan, (4) penggunaan proses yang keliru, dan (5) tulisan yang tidak terbaca. 

17.   Contoh:  kesulitan  yang  sering  muncul  pada  siswa  yang  belum memahami  simbol  =  ,  -,  +    akan  mendapat  kesulitan  ketika mengerjakan butir soal  8 - …. = …. atau    + 2 = 8 atau …. -  3  = 5, atau  7  +    =  10     

18.   Kesulitan belajar Matematika disebut juga diskalkulia (dyscalculis) . Menurut Lerner dalam Mulyono, karakteristik  kesulitan belajar Matematika meliputi: (1) gangguan dalam hubungan keruangan, (2) abnomalitas persepsi visual, (3) asosiasi visual–motor, (4) perseverasi, (5) kesulitan mengenal dan memahami simbol, (6) gangguan penghayatan tubuh, (7) kesulitan dalam bahasa dan membaca, dan (8) performance IQ lebih rendah daripada skor Verbal IQ   

19.   Kesulitan belajar Matematika disebut juga diskalkulia (dyscalculis) . Menurut Lerner dalam Mulyono, terdapat beberapa kekeliruan umum yang sering dilakukan oleh anak berkesulitan belajar Matematika, yakni kekurangan pemahaman tentang: (1) simbol, (2) nilai tempat, (3) perhitungan, (4) penggunaan proses yang keliru, dan (5) tulisan yang tidak terbaca.  Contoh: siswa yang belum memahami nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dst akan semakin mempersulit jika kepada mereka dihadapkan pada lambang bilangan yang berbasis bukan sepuluh.  

20.   Bahasa merupakan suatu system komunikasi yang terintegrasi mencakup  bahasa ujaran (ekspresi bahasa dalam bentuk wicara), membaca, dan menulis.  Wicara merupakan bentuk penyampaian bahasa dengan menggunakan organ wicara. Ada tiga komponen wicara, yaitu (1) artikulasi, (2) suara), dan (3) kelancaran. Adanya kerusakan pada organ wicara yang terkait dengan salah satu atau lebih komponen tersebut dapat menimbulkan kesulitan wicara.

21.   Ada enam komponen bahasa, yaitu (1) fonem, (2) morfem, (3) sintaksis, (4) semantic, (5) prosodi, dan (6) pragmatik. Adanya gangguan pada salah satu atau lebih komponen-komponen tersebut dapat menyebabkan terjadinya kesulitan belajar bahasa.  Menurut Lovitt dalam Mulyono penyebab kesulitan belajar bahasa  adalah kekurangan kognitif, kekurangan dalam memori, kekrangan kemampuan melakukan evaluasi, kekurangan kemampuan memproduksi bahasa, dan kekurangan dalam pragmatic atau penggunaan fungsional bahasa.  Contoh kekurangan kognitif: mengklasifikasi kata, mencari dan menetapkan kata yang ada hubungannya dengan kata lain (hubungan semantik), menangkap makna secara penuh, dsb.   

22.   Ada enam komponen bahasa, yaitu (1) fonem, (2) morfem, (3) sintaksis, (4) semantic, (5) prosodi, dan (6) pragmatik. Adanya gangguan pada salah satu atau lebih komponen-komponen tersebut dapat menyebabkan terjadinya kesulitan belajar bahasa.  Menurut Lovitt dalam Mulyono penyebab kesulitan belajar bahasa  adalah kekurangan kognitif, kekurangan dalam memori, kekrangan kemampuan melakukan evaluasi, kekurangan kemampuan memproduksi bahasa, dan kekurangan dalam pragmatic atau penggunaan fungsional bahasa.  Contoh kekurangan kognitif: mengklasifikasi kata, mencari dan menetapkan kata yang ada hubungannya dengan kata lain (hubungan semantik), menangkap makna secara penuh, dsb.   










LATIHAN SOAL UJI KOMPETENSI PEDAGOGIK


1.        Pernyataan di bawah ini merupakan karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI ditinjau dari aspek fisik, kecuali :
a.       Menunjukan variasi yang besar pada tinggi dan berat badan
b.      Memiliki ketrampilan fisik untuk memainkan permainan
c.       Penambahan-penambahan dalam kemampuan motorik halus
d.      Memiliki kemampuan dalam mengangkat beban berat

2.        Kreatifitas merupakan salah satu karakteristik perkembangan intelektual siswa SD, yang artinya kemampuan untuk . . . .
a.       Memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari yang sering dilakukan dan menghasilkan kepuasan kepada dirinya sendiri dan orang lain
b.      Penalaran yang menggunakan logika-logika yang dapat ditrima oleh semua orang dan menghasilkan penyelesaian persoalan untuk mengambil keputusan
c.       Berpikir tentang sesuatu dengan suatu cara yang baru dan tidak biasa serta menghasilkan penyelesaian yang unik terhadap berbagai persoalan
d.      Mengembangkan ide-ide secara cerdas dalam rangka penyelesain masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sekarang maupun masa yang akan dating

3.        Pernyataan di bawah ini yang merupakan karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI ditinjau dari aspek social adalah . . . .
a.      Mulai menyukai teman sebaya sesame jenis
b.      Berperan serta dalan permainan logika
c.       Menyukai teman sebaya lawan jenis
d.      Dapat bekerja dalam durasi waktu yang lama

4.        Pernyataan di bawah ini merupakan karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI ditinjau dari aspek emosional, kecuali . . . .
a.       Kesulitan memulai sesuatu, tetapi jika berhasil akan bertahan sampai akhir
b.      Menampakan marah apabila mengalami kesulitan di sekolah
c.       Mulai muncul perasaan simpati kepada orang yang lebih dewasa
d.      Memiliki rasa humor yang diekspresikan dalam lelucon praktis

5.        Perkembangan perilaku moral dan perkembangan konsep moral merupakan fase-fase perkembangan moral yang harus dicapai seorang anak. Pada fase perkembangan perilaku moral seorang anak berlajar melalui cara-cara berikut, kecuali . . . .
a.       Coba ralat (trial and eror)
b.      Pendidikan langsung
c.       Identifikasi
d.      Observasi

6.        Pada anak usia sekolah dasar sering disebut “usia berkelompok”. Pernyataan tersebut menunjukan karakteristik perkembangan anak dalam aspek . . . .
a.      Sosial
b.      Moral
c.       Intelektual
d.      Emosional


7.        Pada mata pelajaranm PKn, salah satu minat anak usia sekolah dasar yang dapat teridentifikasi dalam proses pembelajaran adlah minat terhadap . . . .
a.      Masalah sosial
b.      Bidang olah raga
c.       Tubuh manusia
d.      Kesehatan manusia

8.        Dalam proses pembelajaran matematika, khususnya ketika guru mengaitkan pelajaran dengan kebutuhan hidup sehari hari maka guru telah berupaya agar pembelajaran memungkinkan bagi guru untuk mengidentifikasi minaty siswa terhadap . . . .
a.       Kesehatan
b.      Status
c.       Penampilan
d.      pekerjaan

9.        Ketika dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, ada siswa yang sangat antusias memerankan tokoh dongeng atau cerita rakyat yang disukai berarti guru telah menyajikan bahan pelajaran dengan menarik. Dengan demikian guru telah mengidentifikasi minat siswa terhadap . . . .
a.       Penamp[ilan
b.      Pekerjaan
c.       Sekolah
d.      status

10.    Pada proses pembelajaran tentang kompetensi dasar : mengidentifikan kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat (makanan, air, pakaian, udara, lingkungan sehat), guru tampak dapat mengidentifikas siswa yang selalu bertanya dan mampu membuat laporan tentang apa saja yang siminatinya dengan sangat baik. Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa guru dapat mengidentifikasi minat siswa terhadap . . . .
a.       Seks
b.      Penampilan
c.       Kesehatan
d.      pekerjaan

11.     Minat siswa dapat teridentifikasi melalui mata pelajaran IPS adalah “minat siswa terhadap lambing status” salah satunya adalah . . . .
a.       Nama-nama keluarga
b.      Penampilan diri
c.       Ikatan kekerabatan
d.      Jenis pekerjaan orang tua

12.    Dalam proses pembelajaran PKn guru kelas 1 SD mengajarkan tentang kompetensi dasar : “Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat”, maka kompetensi prasyarat yang harus dimiliki siswa adalah  . . . .
a.       Menganal pentinganya tata tertib di masyarakat
b.      Melaksanakan hidup rukun di masyarakat
c.       Mengenal lingkungan rumah dan sekolah
d.      Mengikuti tata tertib di rumah dan sekolah


13.    Untuk membelajarkan kompetensi dasar : “Perkalian bilangan”, kemampuan awal/prasyarat yang harus dimiliki siswa adalah kemampuan . . . .
a.       Membagi
b.      Menjumlah
c.       Mengurang
d.      menghitung

14.    Untuk membelajarkan kompetensi dasar : “Mendeskripsikan benda-benda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana maka kemapuan awal/prasyarat yang harus dimiliki siswa adalah kemampuan . . . .
a.       Membuat karangan deskripsi
b.      Melengkapi kalimat belum selesai
c.       Menyusun kalimat sederhana
d.      Membaca kalimat sederhana

15.    Kemapuan awal/prasyarat yang jharus dimilikisiswa sebelum mempelajari kompetensi dasar : “ Mendeskripsikan gejal (peristiwa alam yang terjadi di Negara tetangga “, adalah . . . .
a.       Mendiskrepsikan gejala/peristiw alam yang terjadi di Indonesia
b.      Mendiskrepsikan gejala/peristiw alam yang terjadi di Eropa
c.       Mendiskrepsikan gejala/peristiwa alam yang terjadi di Asia
d.      Mendiskrepsikan gejala/peristiw alam yang terjadi di Afrika

16.    Pemahaman simbol merupakan salah satu kesulitan belajar yang sering muncul pada siswa. Hal tersebut dapat teridentifikasi melaluoi pengerjaan soal . . . .
a.       4 – 3    = . . . .
b.      9 – 6    = . . . .
c.       8 - …    = . . . .
d.      5 – 4    = . . . .

17.    Berikut inoi karakrteristik anak kesulitan belajar matematika yang sering dialami siswa usia sekolah dasar, kecuali . . . .
a.       Adanya agangguan hubungan keruangan
b.      Kesulitan dalam bahasa dan membaca
c.       Gangguan mengenal dan memahami symbol
d.      Performance IQ lebih tinggi dari skor Verbal IQ

18.    Perhatikan soal-soal di bawah ini :
75                 68
27                 13
__  _             __ _
58                 71
Jawaban soal di atas menunjukan salah satu kesalah umum yang sering dilakukan oleh anak usia SD yang berkesulitan belajar matematika dalam hal . . . .
a.       Proses perhitungan
b.      Memahami simbol
c.       Nilai tempat
d.      Bahasa dan membaca


19.    Berikut ini kesulitan yang dimungkinkan muncul pada siswa SD disebabkan adanya kerusakan-kerusakan pada organ wicara, kecuali . . . .
a.       Suara
b.      Kosakata
c.       Artikulasi
d.      kelancaran

20.    Salah satu kesulitan belajar bahasa yang termasuk dalam kekurangan kemampuan kognitif adalah . . . .
a.      Menangkap makna secara utuh
b.      Mengingat kembali kata-kata
c.       Membandingkan informasi yang diterima
d.      Merumuskan alternatif pemecahan masalah

21.    Serangkaian kegiatan untuk menetapkan ukuran terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu adalah . . . . .
a.       Pengukuran
b.      Penskoran
c.       Penilaian
d.      Pengujianm
e.       evaluasi

22.    Serangkaian kegiatan sistematik untuk menentukan manfaat atau kegunaan suatu obyek atau program adalah . . . .
a.       Pengukuran
b.      Penskoran
c.       Penilaian
d.      Pengujian
e.       evaluasi

23.    Di bawah ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan assesmen hasil belajar peserta didik, kecuali . . . .
a.       Ditujukan untuk mengukur pencapaian kompetensi
b.      Menggunakan acuan kriteria berdasarkan pencapaian kompetensi
c.       Ditindaklanjuti dengan program remedial dan pengayaan
d.      Dilakukan penglangan jika ternyata hasilnya banyak yang jelek
e.       Dilakukan sesuai dengan kegiatan pembelajaran

24.    Assesmen hasil belajar peserta didik harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut, kecuali . . . .
a.       Sahih (valid)
b.      Obyektif
c.       Adil
d.      Kooperatif
e.       terpadu




25.    Kemampuan yang berhubungan dengan minat dan sikap yang dapat berbentuk tanggung jawab, kerjasama, disiplin, komitmen, percaya diri, jujur, menghargai pendapat orang lain, dan kemampuan mengendalikan diri adalah kemampuan. . . .
a.       Kognitif
b.      Afektif
c.       Psikomotor
d.      Psikologis
e.       kepribadian

26.    Dibawah ini merupakan beberapa kelebihan tes lisan, kecuali . . . .
a.       Dapat menilai kemampuan dan tingkat pengetahuanyang dimiliki peserta didik, sikap serta kepribadiannya karena dilakukan secara berhadapan langsung
b.      Bagi peserta didik yang kemampuan berpikirnya relative lambat sering mengalami kesulitan dalam memahami pernyataan soal
c.       Dapat dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara pendidik dan peserta didik dalam menentukan waktu dan tempat tes
d.      Lebih obyektif bagi pendidik dalam penilaian
e.       Hasil tes dapat langsung diketahui peserta didik

27.    Tes simulasi merupakan salah satu bentuk dari teknik penilaian
a.       Lisan
b.      Praktik/kinerja
c.       Penugasan
d.      Portofolio
e.       Penilaian diri

28.    Di bawah ini langkah-langkah penting dalam melakukan assesmen, kecuali. . . .
a.      Menentukan tujuan penilaian
b.      Memperhatikan standar kompoetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)
c.       Menentukan jenis alat ukurnya, yaitu tes dan non tes atau keduanya
d.      Menyusun kisi-kisi tes dan pedoman penskoran
e.       Menentukan kriterian ketuntasan minimal

29.    Di bawah ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penentuan materi terkait dengan assesmen, kecuali . . . .
a.       Urgensi, yaitu materi secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh peserta didik
b.      Kontinuitas, yaitu materi lanjutan yang merupakan pendalaman dari satu atau lebih materi yang sudah dipelajari sebelumnya
c.       Relevansi, yaitu materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami mata pelajartan lain
d.      Keterpakain, yaitu materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari
e.       Ketuntasan, yaitu batas minimal kompetensi yang harus dimiliki peserta didik

30.    Di bawah ini merupakan beberapa langkah dalam penyusunan butir soal, kecuali . . . .
a.       Menentukan tujuan tes
b.      Menentukan kompetensi yang akan diajukan
c.       Menentukan materi yang diujikan
d.      Menentukan batas ketuntasan/kelulusan
e.       Menyusun kisi-kisi

31.    Benjamin S. Bloom mengembangkan ranah kognitif dengan urutan berikut . . . .
a.       Ingatan, pemahaman, analisis, aplikasi, sintesis dan evaluasi
b.      Ingatan, pemahaman, aplikasi, analisisn sintesis dan evaluasi
c.       Ingatan, pemahaman, sintesis, aplikasi, analisis dan evaluasi
d.      Ingatan, pemahaman, analisis, aplikasi, evaluasi, dan sintesis
e.       Ingatan, pemahaman, aplikasi, sintesis, analisis dan evaluasi

32.    Norman E. Gronlund dan R.W. de Maclay mengembangkan domain psicomotor dengan urutan berikut . . . .
a.       Persepsi respon tepimpin, mekaniosme, kesiapan, respon yang kompleks, organisasi, dan karakterisasi dari nilai
b.      Persepsi, kesiapan, respon terpimpin, mekanisme, respon yang kompleks, organisasi dan karakterisasi dari nilai
c.       Persepsi, kesiapan, mekanisme, respon terpimpin, respon kompleks, organisasi dan karakterisasi nila
d.      Persepsi, kesiapan, respon yang kompleks, respon terpimpin, mekanisme, organisasi dan karakterisasi dari nilai
e.       Persepsi, kesiapan, responm terpimpin, mekanisme, respon yang kompleks, organisasi dan karakterisasi dari nilai

33.    Di bawah ini merupakan beberapa ketrampilan berpikir yang dikembangkan Linn dan Gronlund, kecuali. . . .
a.       Membandingkan
b.      Menjelaskan
c.       Hubungan sebab akibat
d.      Member alas an
e.       Meringkas

34.    Di bawah ini adalah jenis perilaku yang dikembangkan Quellmalz, kecuali. . . .
a.       Ingatan
b.      Analisis
c.       Perbandingan
d.      Penyimpulan
e.       Mencipta

35.    Di bawah ini merupakan kaidah-kaidah dalam penulisan soal dilihat dari materi, kecuali . . . .
a.       Soal harus sesua dengan indikator
b.      Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan
c.       Materi yang ditanyak harus sesuai dengan tujuan pengukuran
d.      Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
e.       Materi yang ditanyakan hasur sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas

36.    Penilaian yang meminta peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan ke dalam konteks yang sesuai dengan criteria yang ditetapkan adalah . . . .
a.       Penilaian projeck
b.      Penilaian kinerja
c.       Penilaian produk
d.      Penilaian portofolio
e.       Penilaian non tes

37.    Validitas dalam penyusunan instrument non tes yang mengacu berdasarkan teori adalah . . . .
a.       Validitas isi
b.      Validitas prediktif
c.       Validitas konstruk
d.      Validitas logis
e.       Validitas empiris

38.    Pada tingkat mata pelajaran, kompetensi yang harus dicapai berupa . . . .
a.       Standar kompetensi
b.      Kompetensi dasar
c.       Standar kompetensi lulusan
d.      Indicator-indikator kompetensi dasar
e.       Kompetensi komperhensip

39.    Penilaian yang didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur, hal tersebut merupakan prinsip penilaian yang. . . .
a.       Adil
b.      Obyektif
c.       Valid
d.      Sistematis
e.       Akuntabel

40.    Penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya, hal tersebut merupakan prinsip penilaian yang . . . .
a.       Adil
b.      Obyektif
c.       Valid
d.      Sistematis
e.       Akuntabel

41.    Penilaian yang dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah yang baku, hal ini mepakan prinsip penilaian yang . . . .
a.       Adil
b.      Obyektif
c.       Valid
d.      Sistematis
e.       Akuntabel

42.    Daftar pertanyaan merupakan bentuk instrumen untuk teknik penilaian. . . .
a.       Tes tertulis
b.      Tes lisan
c.       Tes kinerja
d.      Jurnal
e.       Portofolio




43.    Penilaian yang dapat menilai kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki peserta didik, sikap serta kepribadiannya karena dilakukan secara langsung adalah salah satu kelebihan dari teknik penilaian . . . .
a.       Tes tertulis
b.      Tes lisan
c.       Tes perbuatan
d.      Wawancara
e.       Portofolio

44.    Materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami mata pelajaran lain adalah hal-hal penting dalam membuat soal berdasarkan criteria. . . .
a.       Urgensi
b.      Kontiunitas
c.       Relevenasi
d.      Keterpakaian
e.       Kompleksitas

45.    Aspek yang dinilai diantaranya meliputi : (1) tahap persiapan, pemilihan dan cara penggunaan alat, (2) tahap proses/produksi, prosedur kerja dan (3) tahap akhir/hasil : kualitas serta estetika hasil karya. Langkah-langkah tersebut adalah penilaian dengan menggunakan teknik penilaian . . . .
a.      Kinerja
b.      Produk
c.       Penugasan
d.      Lisan
e.       Wawancara

46.    Menggunakan kata kerja operasionalyang tepat, serta dapat dibuatkan soal atau pengecohnya merupakan syarat dari . . . .
a.       Penyusunan kisi-kisi
b.      Penentuan dan penyebaran soal
c.       Penulisan soal bentuk penilaian kinerja
d.      Penyusunan butir soal tes tertulis
e.       Perumusan indikator soal

47.    Dalam penulisan soal bentuk uraian hal yang sulit adalah menyusun pedoman penskoranya. Berdasarkan metode penskorannya bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2 yaitu . . . .
a.       Uraian objektif dan uraian non objektif
b.      Komunikatif dan inovatif
c.       Evaluasi dan analisis
d.      Kesimpulan dan pendapat
e.       Justifying dan interring

48.    SCL adalah salah satu inovasi dibidang pendidikan yang bercirikan . . . .
a.       Menekankan transfer pengetahuan dari guru ke siswa
b.      Lebih menekankan pada penguasaan materi
c.       Penekanan pada pencapain kompetensi
d.      Proses opembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah
e.       Penekanan pada ketuntasan materi pelajaran

49.    Perkembanganteknologi informasi sangat mempengaruhi . . . .
a.       Perkembangan model pembelajaran
b.      Cara belajar siswa
c.       Cara mengajar guru
d.      Perkembangan bahan ajar
e.       Semuanya benar

50.    Model pembelajaran yang meminta siswa untuk mengurutkan dan menjelaskan gambar setelah guru menyampaikan materi adalah . . . .
a.       Cooperative script
b.      Metode Jigsaw
c.       Snowball Throwing
d.      Problem Solving
e.       Picture and Picture

51.    Model pembelajaran yang mengedapankan kerjasama sesame guru serta melakukan perencanaan, praktek mengajar, observasi, Refleksi/kritikan terhadap pembelajaran adalah . .
a.      Lesson Study
b.      Cooperative Script
c.       Metode Jigsaw
d.      Snowball Throwing
e.       Inquiry

52.    Model pembelajaran dengan cara membuat pertanyaan yang dituliskan pada ketas lalu diberikan pada ketua kelompok untuk dilempar ke siswa lain untuk dijawab adalah . . . .
a.       Lesson Study
b.      Cooperative Script
c.       Metode Jigsaw
d.      Snowball Throwing
e.       Inquiry

53.    Model pembelajaran dimana guru membagi topic tertentu menjadi beberapa subtopic, selanjutnya membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif, setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap subtopic, adalah . . . .
a.       Lesson Study
b.      Cooperative Script
c.       Metode Jigsaw
d.      Snowball Throwing
e.       Inquiry

54.    Keberhasilan pembelajaran bergantung pada beberapa hal, kecuali. . . .
a.       Efektifitas penilaian kelas
b.      Cost benefit yang besar
c.       Perancangan penilaian sistematis
d.      Perlakuan penilaian yang secara terus menerus dan berkesinambungan




55.    Yang tertmasuk bahan pertimbangan dalam memilih media dalam pembelajaran diantaranya adalah . . . .
a.       Harus membuat terlebih dahulu
b.      Kesesuaian dengan tujuan dan bahan
c.       Harganya mahal dan modern
d.      Pengoperasiannya sulit

56.    Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari . . . .
a.       Pendahuluan, inti (pokok pembahasan) dan penutup
b.      Pendahuluan, abstrak, bagian inti simpulan
c.       Abstrak, pendahuluan, bagian inti, simpulan
d.      Abstrak, bagian inti, penutup

57.    Bagian penutup pada suatu karya tulis ilmiah, pada umumnya menyajikan tentang . . . .
a.       Rangkuman dan tindak lanjut
b.      Simpulan umum
c.       Rekomendasi penulis
d.      Simpulan dan saran

58.    Diantara judul berikut, yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah ?
a.       Senjata makan tuan
b.      Kumbang cantik penghisap madu
c.       Pengaruh gizi pada pertumbuhan anak
d.      Pengaruh obat b ius yang menghebohkan

59.    Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah, seseorang dapat mengkaji berbagaoi aspek tulisan. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembela adalah . . . .
a.      Sistematika penulisan
b.      Panjang tulisan
c.       Ragam bahasa yang digunakan
d.      pengarang

60.    Referensi memuat semua rujukan yang . . . .
a.       Pernah dibaca penulis
b.      Perlu dibaca pembaca
c.       Dimuat dalam badan tulisan
d.      Diperlukan dalam pengembangan tulisan


                             

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar