Selasa, 28 Mei 2013

PROFIL SD


      SD Negeri Ciberem merupakan salah satu SD di Kabupaten Banyumas yang terletak di kaki G. Slamet (wooOw... ;-D), yaap ... tepatnya berada di Kecamatan Sumbang Desa Ciberem lho...biar lebih yakin, yuuk cekidot this Gmap SDN Ciberem.
 
      Karena letaknya itu, SDN Ciberem terasa masih asri dan nyaman. Cocok untuk kegiatan belajar, jadi anak-anak akan lebih konsen belajarnya. Oia btw Masyarakat Desa Ciberem mayoritas masih bekerja sebagai petani dan buruh, so masih dalam kelas ekonomi menengah ke bawah, tapi disini gak ngebahas soal itu ya..hEhEhE...

      Lanjuut...

Visi Misi Sekolah



A.      Visi
Lembaga pendidikan yang siap mewujudkan siswa-siswa yang berprestasi, berbudi pekerti luhur,cakap dan terampil.

B.       Misi
1.      Membimbing siswa agar dapat mencapai prestasi belajar optimal
2.      Memberikan bimbingan secara berkelanjutan sehingga siswa cakap dan terampil
3.      Memberikan bimbingan secara berkelanjutan terhadap kepribadian siswa sehingga terbentuk kepribadian yang mentap

Senin, 27 Mei 2013


LATIHAN SOAL UKG



Pengembangan Profesi Guru Sekolah Dasar – SD

1.    Kompetensi Profesional
Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu (1) orang yang menyandang profesi, (2) penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti misalnya dokter).
Makmum (1996: 82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspekaspek; (1) kemampuan profesional, (2) kemampuan sosial, dan (3) kemampuan personal.
Johnson (dalam Sanusi, 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut; (1) kemampuan profesional mencakup, (a) penguasaan materi pelajaran, (b) penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, dan (c) penguasaan proses-proses pendidikan. (2) kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu  membawakan tugasnya sebagai guru. (3) kemampuan personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup, (a) penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru, (b) pemahaman, penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru, dan (c) penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik.

Minggu, 26 Mei 2013

goes to owabong



“jari kelingking jari telunjuk , refreshing yuuk “ . cocok banget buat buat tema kali ini . . judulnya saja sudah goes to owabong , siapa si yang tidak tau Owabong ? sudah hampir seantero jagad ini tahu apa itu owabong dan dimana owaong .
Yap.benar sekali . . owabong adalah salah satu tempat pariwisata yang sudah terkenal yang letaknya di kabupaten purbalingga. Namanya juga tempat pariwisata pasti ada turisnya dong ? tentu! Bukan Cuma wisatawan domestik yang berkunjung tapi juga wisatawan asing , waah hebat kan?
Baiklah langsung saja , , kali ini bukan owabongnya yang akan di share lebih banyak tapi keasyikan anak-anak SDN CIBEREM yang sudah berkunjung ke Owabong .

Rabu, 10 November 2010

VIDEO SEKOLAH

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI, siswa-siswi SDN Ciberem khususnya kelas VI mengikuti lomba gerak jalan di tingkat kecamatan, mengirimkan 1 regu campuran yang beranggotakan 32 siswa melalui seleksi .
video

Hari Pahlawan

 

Ultimatum 10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.